Sunday, February 8, 2009

ME n sick 9 "Rekonstruksi Maxilla dan Tzu Chi"




Setelah q bisa jalan kaki, adikq pulang ke semarang untuk kembali melakukan aktifitasnya yaitu kuliah. Dan aq dah bisa control ke rumah sakit sendiri. Awalnya q naik taxi, tapi setelah q merasa kakiq kuat untuk jalan lebih jauh q akhirnya balik naik kendaraan umum.
Sebelum control q selalu smsan ma Dwi, supaya qt bisa ketemuan di RS. Dwi adalah pasian bedah tumor, dia kena tumor pada syaraf nya. Nama ilmiah penyakitnya neuro fibroma. Pengobatan Dwi dibiayai oleh kebijakan dari RSCM (SKTM) dan yayasan Budha Tzu Chi. Q penasaran banget ma tuh yayasan. Awalnya q kira tuh yayasan kayak yayasan2 lainnya yang mo ajak orang untuk pindah agama. Tapi setelah q mengenal Dwi dan mendengar cerita Dwi tentang ibu Yenni semua pemikiranku salah. Tuh yayasan murni membantu secara cinta kasih. Tzu chi merupakan yayasan lintas agama. Dinamakan yayasan budha tzu chi karena tzu chi didirikan oleh seorang biksuni.
Kebetulan waktu itu aq sedang bingung masalah biaya untuk operasi selanjutnya, dan q nanya Dwi cara masuk yayasan supaya dibantu itu gimana. Dan Dwi mengajak aq untuk pergi ke kantor pusatnya di ITC Mangga 2 lt.6. Disitu qt disambut dengan baik dan aq langsung ditanyain maksud dan tujuanq. Ternyata selain bantu masalah kesehatan, tzu chi juga merupakan yayasan social yang juga peduli masalah pendidikan. Q disuruh isi formulir, dan setelah itu mereka bilang keputusannya nunggu hasil survey.
Sudah 3 minggu ga ada kabar kepastian q bisa dibantu yayasan ato tidak. Waktu q control q dikasih tau q dah bisa melanjutkan ke operasi selanjutnya. Untung pada saat itu q abis terima rapelan honor tim, jadi q bisa pesen plate seharga 8 juta-an. Dan q dijadwal untuk tanggal 22 Juli 2008.
Tanggal 11 Juli 2008 ketika q pulang dari kantor tiba2 ada orang Tzu Chi telpon, katanya mereka mo wawancarai aq. Mereka adalah koh iwan, ibu anisa dan seorang lagi yang q gak kenal, karena dia ga memperkenalkan diri. Ternyata mereka sedang mensurvei aq. Mereka mencocokkan data yang tertulis di formulir yang aq isi waktu itu. Mereka sempat menanyakan juga tentang masalah plate. Kenapa q minta bantuan tapi kok teryata q mampu beli plate seharga itu. Q bilang kebetulan waktu itu q sedang ada rezeki dan q juga bilang q bingung untuk biaya pengobatan selanjutnya. Waktu mereka liat keadaanq yang pake NGT dan pake masker q ditanya masalah makan. Q bilang q cuma minum ensure tiap harinya. Terakhir mereka memfoto2 aq dan juga memfoto rumah kontrakan q. Mereka bilang kepastiannya hari kamis depan.
Q disuruh masuk RSCM untuk dirawat tanggal 17Juli 2008 oleh dr Riza, waktu itu di receptionist bilang q ga bisa masuk sekarang karena operasinya tanggal 22 Juli 2008. Sesampainya dirumah q pun mencoba untuk telepon ke dr Riza. Menurut dr Riza q mang harus dah masuk hari ini, dan q pun disuruh dr Riza untuk datang ke rumah sakit ke esokan harinya. Katanya operasiq operasi besar, jadi harus ada persiapan yang disiapkan diruangan. Beliau juga menawarkan diri untuk membantu aku kalo seumpama besok q ga dibolehin masuk.
Keesokan harinya aq ke RSCM ma Niken, ida ma fitri. Ternyata dr Riza dah nunggu2 telpon dari aq, karena q ga telpon2 akhirnya dia telpon duluan. Waktu itu q baru aja masuk ke receptionist, dan karena q kesusahan untuk ngomong akhirnya q pun langsung kasih telepon dr Riza ke receptionist disitu. Dan akhirnya q dibolehin masuk ke gedung A untuk di rawat inap. Semua itu berkat natuan dr Riza.
Begitu q masuk ke ruangan, suster2 dah pada bilang “ Lisa lagi, Lisa lagi..” Dan q balesnya" Suster lagi suster lagi..hehehe"
Waktu q masuk ke ruanganq Cuma ada mbak Yuli, ibu Sri, Nchi.
Mbak Yuli sakitnya kayak aq, fibrous dysplasia. Tapi tumor itu nyerangnya di tulang kaki. Mbak Yuli orangnya tomboy abis. Suka bikin heboh diruangan. Dia ditangani oleh bedah orthopedi
Nchi nama aslinya Sri. Dia anak nya masih SMU, suka dandan, centil dan gaul abis. Dia abis operasi lepas pen. Dulu dianya pernah kecelakaan yang akhirnya patah tulang pada kakinya. Dia ditangani oleh bedah orthopedi juga.
Ibu sri, asalnya dari Tegal. Ibu masuk ke RSCM karena dia sempat mau bunuh diri. Dia sempat motong tangannya pake golok. Menurut cerita dari suster tangannya dulu hampir putus. Akhirnya dengan kepandaian dokter vascular dan orthopedi mereka menyambung pembuluh2 darah yang sempat terputus. Dia di operasi sampai 3 x. Ibu sri orangnya lugu banget, logatnya juga medok jawa. Orangnya jarang ngomong, tapi gitu ngomong langsung bikin kita tertawa terpingkal2.
Akhirnya Nchi hari Senin dah disuruh pulang dan melanjutkan pengobatannya dengan rawat jalan. Dan hari itu juga diganti oleh Rahma. Dia pasien bedah plastic. Dia mo operasi bekas luka bakarnya. Dia seumuran ma aq. Aq, Rahma dan mba Yuli langsung nyambung. Kata nya rahma mo di operasi tanggal 22 Juli 2008. Tapi dia baru masuk tanggal 21 Juli 2008. Padahal harusnya dia mesti ikut ke ronda pagi, supaya bisa di rapatin pada laporan jaga. Ternyata aq ma rahma sama2 ga jadi di operasi. Alasan q ga jadi operasi yaitu karena alat pembor nya tiba2 aja rusak. Jadi harus di service. Dan q pun ditawari oleh mereka untuk nunggu di RS ato pulang cuti. Q memutuskan untuk tetap stay disitu.
Tanggal 25 q dapat kabar gembira dari Tzu Chi. Q di approve dan untuk selanjutnya biaya pengobatan q dibantu Tzu Chi. Ternyata ada hikmahnya q batal operasi tanggal 22 Juli 2008. Ternyata Tuhan bener2 sayang ma aq. Disaat2 q gi bingung masalah biaya pengobatanq selanjutnya, ternyata q dikasih hadiah dengan bantuan dari Tzu Chi. Oia hari itu bukan kabar gembira buat q aja, hari itu juga Rahma akhirnya jadwal operasi begitu dokter tau kalo Rahma ternyata pakai umum. Karena kalo pakai umum biaya di gedung A mahal. Setelah operasi rahma masuk ICU 2 hari. Q kesepian banget ga ada Rahma. Q disitu ngobrol ma Yulianah pengganti mbak Yuli. Yulianah korban dari kecelakaan. Dia patah tulang dan harus dipasang pen. Ibu Sri orangnya suka nya tidur dan jarang ngobrol sie..
Begitu Rahma balik dari ICU q seneng banget . Tapi q kasian sekaligus lucu begitu liat posisi dia. Kakinya harus ditekuk dan ga boleh gerak ato geser selama beberapa hari. Hal yang paling lucu yaitu pada saat dia mo buang air besar. Disitu Cuma aq pasien yang bisa jalan. Yulianah ma ibu Sri ga bisa jalan karena tangannya di infuse. Mereka pada berbau2 ria sedangkan aq bisa keluar dari ruangan. Kali itu q ga bantu rahma karena ada suster yang jagain dia. Ruangan di Gedung A pakai AC, dan gara2 rahma, bau menyengat pun susah banget ilangnya. Kacian deh yang ga bisa jalan. Hehehe...
Q tanggal 31 Juli 2008 akhirnya di operasi juga, yaitu Rekonstruksi Maksila dengan menggunakan plate dan donor tulang iga, dan jaringan dari tangan kiri oleh Bedah Plastik ( dr. Enrina Sp.BP, dr. Parintosa Sp. BP dan semua Tim plastic ) di RSCM. Waktu itu q dioperasi selama 12 jam dan q masuk ICU selama 5 hari.
Sebenernya masuk ICU merupakan hal yang paling menakutkan bagi aq. Tapi mau gimana lagi, itu karena kondisi q mang bener2 ga berdaya. Q sering banget dengar perawat2 dan dokter bilang ke aq untuk tarik nafas tiap kali alat yang terpasang di tubuh q mendeteksi kali tekanan darah q turun dan q ga bisa bernafas. Q dipasangin selang nafas di hidungq, didadaq terpasang pendeteksi jantung, tangan kanan dan dadaq terpasang infus. Kali ini q merasakan sakit yang luar biasa, ga seperti operasi2 sebelumnya, karena ada 4 tempat yang abis dibelah, antara lain:
• Pipi kananq abis operasi untuk rekonstruksi maksila
• Tangan kiriq terbalut elastic verban bekas pengambilan donor untuk langit2
• Di bawah payudara kananq ada bekas operasi pengambilan iga untuk donor maksila
• Lipatan pahaq ada bekas pengambilan daging yang dipindah ke tangan kiriq.
Posisi q setelah operasi adalah kaki kiri mesti ditekuk, supaya hasil operasi yang dilipatan paha ga belah. Ternyata q merasakan yang dirasakan oleh Rahma, bedanya q Cuma 1 kaki aja, sedangkan Rahma kedua kakinya.
Akhirnya setelah kondisi q stabil dan q bisa bernafas sendiri, dan alat bantu nafas q dilepas juga. Menurut istilah kedokteran namanya intubasi. Saat2 itu adalah saat yang menyakitkan, tapi lebih sakit dan tersiksa lagi kalo masih pake alat bantu nafas di hidungq. Di dada rasanya ada yang ganjal dan sangat sakit, jadinya q jadi sering batuk2.Dan kalo dah batuk dada semakin nyeri, berhentinya lama banget.
Setelah 5 hari di ICU akhirnya aq balik lagi ke Gedung A. Pada saat itu q baru pertama x merasakan manfaatnya dapat bantuan yayasan Tzu Chi. Maksudnya mereka membantu biaya perawatan q di ICU, yang mana biayanya sejumlah 6 jutaan utuk perawatan selama 5 hari, ASKES Cuma membayar beberapa ratus ribu saja. Kalo ga ada Tzu Chi, q pasti bingung bayar dari mana. Coz trus terang, ortu dah ga ada uang untuk biaya pengobatanq. Mereka masih ada tanggungan hutang di Bank untuk biaya pengobatanq sebelum2nya, menyekolahkan adik2. Q bener2 bersyukur banget q kenal ma Dwi dan akhirnya Dwi mengenalkan aq ke Tzu Chi. Tzu Chi bener2 yayasan sosial yang dalam hal ini sangat membantu q.
Setelah 1 minggu pasca operasi, q akhirnya dibolehin pulang. Tapi q harus menjaga posisiq. Posisi kaki dan perut harus ditekuk max 90 derajat. Supaya jaitan di lipatan paha ga rusak. Oia..ternyata punya 1 tangan itu bener2 susah n gak enak. Apalagi saat mo minum dalam posisi q masih pake NGT. Q jadinya membutuhkan bantuan dari orang lain untuk pegangin gelas dan selangnya pada saat q kelaparan.
2 minggu setelah operasi akhirnya tanganq dah lumayan enakan. Karena gips yang semula di ikatkan ditangan dah di ambil dan jadinya ga berat. Dan juga NGT q dah bisa dilepas. Q seneng banget karena q dah dibolehin latihan makan pake mulut. Setelah sekian bulan lamanya gitu loh.. Bener2 suatu kenikmatan tersendiri makan dengan mulut. Qt jadi bisa merasakan rasa makanan dan minuman. Walopun dah boleh makan lewat mulut q tetep ja kesusahan. Coz makanan dan minuman sebagian ada yang tumpah dan keluar. Tapi q seneng banget kok dah bisa makan. Alhamdulillah...

2 comments:

koleksi busana cewe said...

alllllaaaaaaaa....itu mah hasil dari usaha mo bunuh diri kan??? ngaku....ngakuuuu...ayo ngakuuuuuu....

elyzha_widi said...

Bunuh diri??
Gak layau..
Rugi gitu loch...